Berhenti Konsumsi Makanan Cepat Saji

Berhenti Konsumsi Makanan Cepat Saji

Berhenti Konsumsi Makanan Cepat Saji – Di Indonesia, fast food atau makanan cepat sajian menjadi sisi untuk isi perut setiap hari.

Terutamanya untuk anak sekolah, mahasiswa, karyawan kantoran, atau siapa saja yang ingin makan nikmat, ringkas, cepat, dan bebas ribet.

Walaupun dapat mengenyangkan, tapi yang bernama makanan cepat sajian dapat berpengaruh jelek pada kesehatan, terutamanya jika dimakan sering. Dari angka timbangan yang naik terus yang selanjutnya mengundang banyak penyakit.

Banyak Hal Positif yang didapat Setelah Berhenti Konsumsi Makanan Cepat Saji

Tetapi, bagaimana bila kebalikannya, yakni ‘puasa’ atau berhenti konsumsi makanan cepat saji dalam waktu yang lama? Apa efeknya untuk tubuh kita? Menarik untuk dipahami, yok, baca ulasannya di bawah ini.

  1. Resiko penyakit jantung dapat diminimalisir

Rupanya, konsumsi makanan cepat sajian meskipun cuman 2x satu minggu saja dengan teratur bisa tingkatkan resiko kamu alami penyakit jantung. Ini disebabkan tingginya kandungan lemak dan natrium yang ada di makanan cepat sajian biasanya.

Baca Juga: Alternatif Makanan Pengganti Nasi

Menurut sebuah riset yang diedarkan di jurnal Circulation punya American Heart Association (AHA), orang yang konsumsi makanan cepat sajian dengan teratur sekali satu minggu alami kenaikan resiko wafat karena penyakit jantung koroner sejumlah 20 %. Akan naik jadi 50 % bila teratur konsumsi fast food 2-3 kali satu minggu. Bahkan juga, dapat naik sedang menjadi 80 % jika dimakan lebih dari 4 kali dalam satu minggu.

  1. Turunkan resiko diabetes

Sama seperti yang disebut awalnya, makanan cepat sajian tinggi akan kandungan lemak, yang mana ini bisa mengakibatkan resistansi insulin. Ini sebagai keadaan tubuh yang awalannya terima insulin jadi resistan (menampik atau mungkin tidak memberi respon) dan tubuh jadi tidak sanggup memakai glukosa dari darah sebagai energi.

Karena tubuh tidak dapat meresap gula secara baik, karena itu terjadi penimbunan gula pada darah melewati batasan normal. Dari sana, terjadi juga penimbunan lemak, mengakibatkan tubuh berat badan yang berlebih atau kegemukan, dan saat berkembang berikut yang pada akhirnya dapat berbuntut pada diabetes type 2.

  1. Ingatan dan kekuatan belajar jadi bertambah

Salah satunya tipe kandungan lemak yang ada pada makanan cepat sajian ialah lemak trans, yang rupanya bisa menyusutkan otak, hingga punya pengaruh pada memory dan kekuatan memikir otak.

Lemak trans biasanya ada pada makanan paket, makanan yang dimasak, makanan beku, makanan buatan, dan mentega atau margarin. Saat itu, makanan yang memiliki nutrisi tinggi, sama seperti yang memiliki kandungan omega-3, vitamin C, D, E, dan B, bisa tingkatkan kekuatan daya berpikir.

Hal itu ditelaah oleh Oregon Health dan Science University, Amerika Serikat (AS), dan diterbitkan oleh American Academy of Neurology. Study itu mengikutsertakan 104 simpatisan dengan usia rerata 87 tahun yang mempunyai resiko pada memory dan kekuatan memikir.

  1. Mengangkat mood

Dari The SUN Proyek yang dilaksanakan di Spanyol dan diterbitkan oleh Cambridge University Press, diambil kesimpulan jika konsumsi makanan cepat sajian dan makanan buatan bisa tingkatkan resiko stres.

Study yang diterbitkan dalam jurnal Public Health Nutrition itu memperlihatkan jika 51 % customer pencinta fast food memungkinkan alami stres dibanding beberapa orang yang jarang-jarang mengkonsumsinya.

  1. Semakin berenergi

Makanan cepat sajian memang memiliki kandungan karbohidrat yang bisa memberi energi. Tetapi, karbohidrat itu biasanya tipe karbohidrat simpel, yang mana itu ialah sumber energi yang cepat sekali diproses dan diolah tubuh, hingga kandungan glukosa cepat naik.

Ya, karbohidrat simpel dapat membuat tubuh tambah energi secara cepat, tapi ini hanya dapat bertahan sepanjang beberapa saat saja. Sesudahnya, tubuh akan kembali berasa kelaparan dan perlu energi dari makanan.

Beda hal dengan karbohidrat kompleks. Walaupun perlu semakin lama untuk diproses dan diolah jadi glukosa, tapi energi yang didapatkan tubuh diterima setahap, membuat kamu tidak gampang lemas. Kandungan yang dipunyai juga rendah lemak dengan vitamin dan serat yang lumayan tinggi.

  1. Tubuh ramping, perut buncit dapat berkurang

Gula yang terdapat di dalam makanan cepat sajian umumnya sejenis fruktosa yang bisa membuat otak tidak terpacu mengirim sensor ke tubuh. Oleh karenanya, seringkali sebagian besar makanan cepat sajian membuat beberapa konsumennya suka dan tidak stop makan. Ini tentu saja bisa tingkatkan resiko kegemukan dan diabetes.

Pun tidak seperti glukosa, fruktosa tidak mengakibatkan insulin terpacu untuk terlepas dan memberikan signal ke semua tubuh untuk ambil gula dalam saluran darah. Factor itu yang membuat fruktosa terlihat berperangai seperti lemak dalam tubuh dibanding karbohidrat.

Dengan begitu, gula yang bagus ialah gula yang memiliki kandungan kaya serat, vitamin, dan mineral. Semuanya tentu saja ada pada sayur dan buah-buahan alami yang fresh.

  1. Memperkuat tulang

Banyak pula makanan cepat sajian yang dikuasai rasa asin, yang mana ini membuat pemakannya jadi konsumsi garam secara berlebihan.

Menurut penelitian dari University of Alberta Faculty of Medicine dan Dentistry, Kanada, saat natrium (garam) masuk di dalam tubuh dan bawa elemen kalsium dengannya, itu dapat membuat resiko batu ginjal dan osteoporosis karena menipisnya tulang karena kehilangan elemen kalsiumnya. Horor, kan? Maka jika ingin kesehatan tulang terbangun, jauhi makanan cepat sajian, ya!

Dari keterangan di atas, memang sangat penting untuk mengaplikasikan gaya hidup sehat dalam sehari-harinya kita. Tidak apa jika tidak langsung bisa stop. Kerjakan dengan setahap.

Langkah stop konsumsi makanan cepat sajian

Sesudah kita ketahui hal positif yang terjadi,saat berhenti konsumsi makanan cepat saji tentu saja kita ingin kurangi mengonsumsi makanan cepat sajian bahkan juga lebih bagus menghindariinya supaya kita paling jauh dari imbas negatifnya. Berikut langkah supaya kita kurangi mengonsumsi makanan cepat saji :

  1. Dimulai Dengan Niat

Niat dari pada diri kita ialah kunci khusus dari semua. Tiap aktivitas atau perlakuan kita tentu dengan diawali niat dan kemauan yang bersungguh-sungguh supaya segala hal berjalan mulus dan sesuai apa yang telah kita targetkan. Begitupun dengan permasalahan kurangi makanan cepat sajian ini. Bila kita memiliki niat dan kemauan yang bersungguh-sungguh dari diri sendiri karena itu kita tentu dapat kurangi mengonsumsi makanan cepat sajian yang berlebihan bahkan juga dapat mengindarinya.

  1. Keutamaan Ketahui Imbas Jelek Yang Akan Terjadi

Penting untuk kita untuk menyaksikan dan ketahui imbas-dampak yang akan terjadi atau menerpa kita bila kita konsumsi makanan cepat sajian. Kita dapat menyaksikannya di internet atau langsung bisa tanya pada dokter. Imbas yang terjadi memanglah belum kita alami sekarang ini tetapi imbas ini berlaku untuk periode panjang sehingga kita akan merasainya saat kita tua kelak. Oleh karena itu berpikiranlah 2x untuk konsumsi makanan cepat sajian setiap hari. Akan lebih bagus bila kita konsumsi makanan cepat sajian 1 minggu sekali atau 1 minggu 2x.

  1. Mengonsumsi Makanan yang Sehat

Makanan yang sehat yakni buah-buahan dan sayur-sayuran. Bila kita mengonsumsi sayur dan buah tubuh kita akan berasa sehat dan nampak fresh. Sedapat mungkin kita teratur mengkonsumsinya. Karena sayur dan buah banyak terkandung vitamin yang bagus untuk tubuh. Bila kita tidak menyenangi buah kita dapat membuat jadi juice buah maupun kita dapat memprosesnya jadi es cream, kue atau beberapaya. Bila kita tidak menyenangi sayur kita dapat memprosesnya jadi suatu hal yang baru supaya orang yang tidak senang selanjutnya jadi senang.

  1. Belajarlah Memasak

Coba untuk belajar memasak sekarang ini khususnya untuk kaum hawa. Tapi tidak tutup peluang bila pria jangan belajar memasak. Bila kita dapat memasak, kita peluang tidak beli makanan cepat sajian. Kita pasti memasak dan mengonsumsi makanan kita sendiri sebagai makanan kita setiap hari. Tapi mengolahlah makanan yang sehat. Bila kita memasak makanan yang memiliki kandungan kalori dan kandungan gula tinggi itu sama juga kita mengonsumsi makanan cepat sajian di restaurant. Di sisi lain kita dapat mengirit dan kita terbebas dari imbas jelek itu

  1. Ikutsertakan Orang Paling dekat

Orang paling dekat dapat berbentuk keluarga, teman dekat, rekan, kekasih dan lain lain. Orang paling dekat berperanan penting dalam permasalahan ini. Karena bila kita disokong dan mereka memberikan dukungan kita untuk jarang-jarang konsumsi makanan cepat sajian tentu kita dapat menghindariinya. Namun kebalikannya bila orang paling dekat kita tidak memberikan dukungan dan justru tawarkan kita, kita tentu terus akan mengkonsumsinya.

Sebagai contoh misalnya rekan kita pesan makanan cepat sajian di handphone mereka, tapi kita tidak memesan. Sesudah makanan itu tiba tentu kita akan tergoda untuk rasakan dan mengonsumsi makanan itu yang nanti kita masih mengkonsumsinya. Oleh karena itu peranan mereka penting dalam permasalahan ini.

  1. Stabil

Sesudah kita punya niat dan sungguh-sungguh untuk kurangi makanan cepat sajian selanjutnya lakukan semua langkah di atas tapi kita tidak stabil dalam melakukan, semua akan berasa sia sia. Mengapa ? Karena stabilitas benar-benar punya pengaruh ke semua perlakuan kita. Oleh karena itu, saat sebelum punya niat untuk lakukan langkah di atas harus di temani dengan stabil dari diri sendiri.

Bila semua langkah di atas dapat kita kerjakan kita tentu bisa kurangi konsumsi makanan cepat sajian dan menghindariinya. Karena itu coba memikir 2x untuk pilih konsumsi makanan yang kurang sehat. Bukan bermakna jangan mengkonsumsinya tapi coba untuk mengkonsumsinya sekerap kemungkinan. Kecuali tubuh kita sehat kita terbebas dari penyakit penyakit yang tidak kita harapkan.